Desa Bojongnangka, Pemalang – Mahasiswa KKN-T Undip baru-baru ini menciptakan inovasi lingkungan yang menakjubkan dalam upaya yang sungguh-sungguh untuk mengatasi ancaman banjir yang sudah lama menjadi permasalahan di Dusun 2, 3, dan 5, tim KKN dengan dukungan dan arahan dari perangkat desa setempat telah menghadirkan solusi berkelanjutan melalui pembuatan dan pemasangan lubang biopori dengan tambahan bioaktivator yang inovatif.

Namun, apa yang membuat langkah ini semakin luar biasa adalah pemanfaatan sampah organik dan produk bioaktivator yang diintegrasikan dalam proses pembuatan lubang biopori. Paradigma konvensional digeser ketika tim KKN Tematik, bersama-sama dengan masyarakat lokal, membuktikan bahwa sampah organik dapat berperan sebagai aset berharga dalam melawan ancaman banjir.

Menurut Bapak Wahmu S.E, Kepala Desa Bojongnangka “Kami mendapatkan nspirasi oleh inisiatif Mahasiswa KKN-T Undip dalam mengembangkan inovasi lingkungan berupa lubang biopori berbasis sampah organik dan bioaktivator di desa kami. Langkah ini telah membantu kami mengubah paradigma tentang pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.”

Di halaman Balai Desa Bojongnangka, Pak Udin telah memberikan dukungan yang luar biasa bagi tim KKN Tematik dalam menggagas dan mengimplementasikan inovasi ini. Dengan kreativitas dan semangat juang, lubang biopori yang berbasis sampah organik dan produk bioaktivator diukir dengan cermat. Hasil dari langkah ini telah membuktikan bahwa sampah organik yang sebelumnya dianggap sebagai beban lingkungan dapat diubah menjadi solusi yang efektif dalam mengurangi hingga mencegah risiko banjir.

Tidak hanya di Balai Desa, inovasi ini juga diterapkan secara sukses di Dusun 2 dengan bimbingan Kepala Dusun, antara lain Pak Eko, di Dusun 3 dengan arahan dari Bu Rohmah, dan di Dusun 5 dengan dukungan dari Pak Wahid. Melalui kerja keras tim KKN Tematik dan sinergi antara masyarakat lokal serta tokoh-tokoh masyarakat, harapannya hasil yang akan didapatkan sangat mengesankan. yang mana air hujan dapat dengan lebih efisien meresap ke dalam tanah melalui lubang biopori yang diciptakan, membawa dampak positif dalam mengurangi risiko banjir.

Nantinya keberhasilan inovasi ini adalah bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan tokoh-tokoh masyarakat dapat menghasilkan solusi nyata untuk tantangan lingkungan yang ada. Lubang biopori berbasis sampah organik dan bioaktivator telah menjadi contoh konkret bagaimana sebuah komunitas dapat bergerak maju menuju lingkungan yang lebih berkelanjutan dan berdaya tahan terhadap perubahan iklim.

Bapak Ir. Dr. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng, selaku Dosen Pembimbing Lapangan juga mengatakan “Saya sangat mengapresiasi upaya Mahasiswa KKN-T Undip yang telah melakukan penelitian dan mengimplementasikan inovasi lubang biopori berbasis sampah organik dan bioaktivator di Desa Bojongnangka. Langkah ini menunjukkan komitmen mereka dalam berkontribusi positif terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan pendekatan partisipatif seperti ini, kami harapkan perubahan positif yang lebih lanjut dapat dicapai dalam pelestarian lingkungan dan edukasi masyarakat.”

Kisah inspiratif yang dihadirkan oleh Tim KKN Tematik Universitas Diponegoro beserta dengan pendamping lokal dan tokoh-tokoh masyarakat memberikan inspirasi bagi kita semua untuk berpikir kreatif dan berkolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan langkah-langkah inovatif ini, Desa Bojongnangka semakin mendekati cita-cita memiliki lingkungan yang lebih aman, lestari, dan ramah lingkungan.

Berikut buku panduan dalam membuat dan memelihari lubang biopori dengan sampah organik dan produk bioaktivator : 

[embeddoc url=”https://bojongnangka.desa.id/wp-content/uploads/2023/08/Buku-Panduan-Biopori-KKNT.pdf” height=”150%”]

Penulis : Mahasisiwa/i KKN Tematik Universitas Diponegoro 2023