Bangunan Mushola sebagai tempat ibadah memerlukan perawatan dan perbaikan agar tetap berfungsi dan memberi rasa nyaman kepada pengguna. Beberapa permasalahan tentang bangunan Mushola tua diantaranya adalah, bangunan mulai rusak, struktur kayu sudah rapuh, sedangkan jamaah Mushola semakin banyak. Berdasarkan hal tersebut, Panitia Pembangunan Mushola beserta masyarakat setempat perlu memutuskan penanganan yang tepat terhadap bangunan Mushola, oleh karena itu perlu kajian dan membuat perencanaan penanganan Mushola. Pengabdian Panitia Pembangunan Mushola beserta masyarakat ini bertujuan untuk membuat perencanaan penanganan Mushola dengan dua alternatif, yaitu perencanaan renovasi, dan perencanaan rekonstruksi bangunan Mushola. Untuk membuat perencanaan dilakukan observasi Mushola dengan mendata jumlah penduduk sekitar Mushola, jumlah jamaah, fasilitas Mushola, kondisi eksisting Mushola meliputi luas lahan, luas bangunan, tinggi bangunan, jenis kerusakan, serta mendata usulan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi kemudian dibuat perencanaan versi renovasi dan versi rekonstruksi sebagai pilihan untuk menentukan penanganan. Perencanaan meliputi gambar rencana dan anggaran biaya. Hasil kajian perencanaan disosialisasikan, dan menjadi dasar oleh Panitia Pembangunan Mushola beserta masyarakat setempat untuk menentukan penanganan bangunan Mushola sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan fasilitas Mushola saat ini dan dimasa yang akan datang, yang selanjutnya Panitia Pembangunan Mushola beserta masyarakat bisa segera melakukan penanganan bangunan masjid.