Peresmian Pompa Sumur Dalam : Suharto (Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang), dan Wahmu (Kepala Desa Bojongnangka) meresmikan pompa sumur dalam yang ada di Desa Bojongnangka, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Rabu (29/8). (http://beritasatu.tv)
Di tengah naiknya nilai tukar petani, ribuan hektar lahan pertanian tengah terancam kekeringan. Sebagai respon, pemerintah membangun sumur pompa dalam di sejumlah area persawahan.
Musim kemarau yang panjang membuat ribuan hektar lahan pertanian mengalami kekeringan, termasuk lebih dari 5.000 hektar di wilayah Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah. Untuk mengatasi ini pemerintah membangun sumur pompa dalam (artesis) dengan kedalaman lebih dari 140 meter dibawah permukaan tanah.
Sumur ini diyakini bisa menjadi solusi, namun pengembangannya masih terkendala biaya yang tinggi. Hingga saat ini baru ada 5 sumur yang dibangun di Kecamatan Pemalang. Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang menargetkan setidaknya 10 unit sumur pompa dalam disetiap Kecamatan agar para petani bisa tetap menggarap sawah tanpa terkendala mengeringnya air irigasi teknis.
“Untuk mengantisipasi kekeringan karena debet air hujan yang menipis, salah satu solusinya adalah pompa sumur dalam ini” jelas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Suharto, saat peresmian pompa sumur dalam yang ada di Desa Bojongnangka – Pemalang, Rabu (29/8).
Menurut dia, untuk wilayah Kabupaten Pemalang setidaknya ada 10 unit sumur pompa dalam disetiap Kecamatan, saat ini baru ada 5 sumur pompa dalam yang ada di Pemalang.
“Pompa sumur dalam ini sangat diharapkan sekali oleh masyarakat petani khususnya di Desa Bojongnangka, karena pada saat musim kemarau seperti sekarang ini banyak lahan pertanian yang hampir mengalami puso atau gagal panen, tetapi dengan adanya pompa sumur dalam yang langsung bisa beroperasi Alhamdulillah kemarin 60% lahan pertanian bisa diselamatkan,” tandas Kepala Desa Bojongnangka, Wahmu.
Dia dan para petani juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pemalang, Provinsi, dan Pemerintah Pusat agar diberi bantuan lagi berupa pompa sumur dalam untuk mengairi lahan pertanian khususnya yang ada di Desa Bojongnangka, mengingat lebih dari 80% wilayah Desa Bojongnangka adalah lahan pertanian.